<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Galihdangerous's Weblog</title>
	<atom:link href="http://galihdangerous.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://galihdangerous.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Nov 2007 04:20:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='galihdangerous.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Galihdangerous's Weblog</title>
		<link>http://galihdangerous.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://galihdangerous.wordpress.com/osd.xml" title="Galihdangerous&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://galihdangerous.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>B.	Informasi 1 :  Dunia Jurnalistik</title>
		<link>http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/binformasi-1-dunia-jurnalistik/</link>
		<comments>http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/binformasi-1-dunia-jurnalistik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 04:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galihdangerous</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/binformasi-1-dunia-jurnalistik/</guid>
		<description><![CDATA[Ani Idrus Ani Idrus adalah seorang wartawati senior yang lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada 25 November 1918, ia mendirikan Harian Waspada bersama suaminya H. Mohamad Said pada tahun 1947. Ani Idrus wafat di Medan pada tanggal 9 Januari 1999 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Thamrin &#8211; Medan. Terakhir ia menjabat Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galihdangerous.wordpress.com&amp;blog=2064132&amp;post=8&amp;subd=galihdangerous&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Ani Idrus</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ani Idrus adalah seorang wartawati senior yang lahir di Sawahlunto, Sumatera Barat pada 25 November 1918, ia mendirikan Harian Waspada bersama suaminya H. Mohamad Said pada tahun 1947.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ani Idrus wafat di Medan pada tanggal 9 Januari 1999 dan dimakamkan di Pemakaman Umum Jalan Thamrin &#8211; Medan. Terakhir ia menjabat Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Majalah Dunia Wanita di Medan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selain berkecimpung dalam dunia jurnalistik, ia juga mendirikan dan memimpin lembaga pendidikan yang bernaung dalam Yayasan Pendidikan Ani Idrus. Pada akhir hayatnya, ia juga menjabat Ketua Umum Sekolah Sepak Bola WASPADA, Medan, Direktur PT. Prakarsa Abadi Press, Medan, dan Ketua Yayasan Asma Cabang Sumatera Utara</span><span style="font-family:'Arial Narrow';">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ani_Idrus">http://id.wikipedia.org/wiki/Ani_Idrus</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:52:12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Journalist’s Adventure</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Banyak pertanyaan seputar bagaimana memasuki dunia jurnalistik ketika sebuah lowongan dipasang. Bagaimana caranya ? Mengapa saya gagal ? Saya baru lulus bisakah masuk ke dunia jurnalistik. Lalu mau melamar bagaimana caranya ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pertanyaan serupa pernah muncul dalam benak saya sebelum memasuki dunia jurnalistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Salah satu tip untuk memasuki dunia jurnalistik adalah kesiapan dari dalam diri kita ? Apakah kita benar senang melihat bagaimana kesibukan para wartawan, presenter televisi atau radio dan berbagai tokoh jurnalistik berbicara soal media ? Jika ya, maka teruskan pada tahap berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mengapa minat menggebu ini penting ? Karena dengan modal inilah semua kesulitan bisa diselesaikan. Minat yang tinggi dinggal digabung dengan skills, misalnya membuat cv dan wawancara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Jika minat sudah ada, maka mulailah bertindak menuju dunia jurnalistik dengan banyak menulis, banyak membuat analisa dan membuat opini di media massa di kota Anda. Identifikasi minat Anda. Bila bermimat di dunia sastra, mulailah dengan menulis puisi, prosa atau cerpen. Mulailah sekarang juga apalagi bagi yang akan lulus. Tulisan Anda di sebuah media daerah atau bahkan media nasional akan memperkuat bobot Anda dibandingkan dengan rekan lainnya ketika sama-sama mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://freejournalist.wordpress.com/2006/07/23/tips-masuk-dunia-jurnalistik-1/">http://freejournalist.wordpress.com/2006/07/23/tips-masuk-dunia-jurnalistik-1/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/0710:51:23</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Jurnalistik Berkelanjutan: Sebuah Jalan Tengah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Firdaus Cahyadi Jurnalistik Berkelanjutan: Sebuah Jalan Tengah? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Media massa sangat berperan dalam mengangkat persoalan lingkungan hidup menjadi sebuah perdebatan publik. Bahkan, media massa dapat menguak sisi gelap dari permasalahan lingkungan hidup yang sebelumnya tidak terlihat oleh publik dan para pengambil kebijakaan. Kehadiran buku ini sangat tepat di saat negeri ini dilanda berbagai bencana lingkungan hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Buku ini dibuka oleh sebuah kekhawatiran penulis terhadap pemberitaan masalah lingkungan hidup yang mengesampingkan objektivitas karena terlalu bersemangatnya seorang jurnalis untuk melakukan pembelaan terhadap lingkungan (hlm. 4). Dikesampingkannya objektivitas dalam peliputan lingkungan hidup ini, selain tidak memberi keuntungan apa-apa terhadap upaya pembelaan permasalahan lingkungan, juga dapat merugikan pihak lain yang belum tentu bersalah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dalam buku ini juga menyebutkan bahwa terdapat tujuh kategori yang dapat digunakan untuk menilai objektivitas sebuah pemberitaan (Simmon, 2004). Pertama, memasukkan istilah dan definisi yang menyesatkan. Kedua, membuat berita yang tidak berimbang. Ketiga, memasukkan opini sebagai berita. Keempat, mengurangi informasi dan konteks yang ada, sehingga dapat mengubah cerita yang sebenarnya. Kelima, selektif menghilangkan berita tertentu dengan maksud memanipulasi sentimen publik. Keenam, menggunakan fakta yang benar untuk menggambarkan berita yang salah. Ketujuh, melakukan distorsi fakta, yaitu tidak memeriksa informasi dari sumber yang tepat (hlm. 16). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Berbekal ketujuh kategorisasi itulha penulis buku ini mencoba mengupas objektivitas pemberitaan-pemberitaan yang terkait dengan lingkungan hidup di media massa, baik lokal maupun nasional. Kliping-kliping berita dari berbagai media massa ditampilkan dalam buku ini untuk kemudian dikupas secara lebih mendalam terkait dengan objektivitasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://satudunia.oneworld.net/article/view/">http://satudunia.oneworld.net/article/view/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:53:02</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Speak Up With Blog… Keren Banget!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Maaf saya lagi tidak punya ide untuk membuat judul yang catchy. Karena itu saya meniru judul postingnya Mas Arul<span>  </span>yang juga membahas hal yang sama dengan yang akan saya tulis disini yakni Seminar Jurnalistrik “Speak Up With Blog” nya anak-anak Himatektro ITS Surabaya, dimana saya diajak untuk ikut menjadi pembicara. Posting kali ini berisikan kesan-kesan saya terhadap seminar itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Keren! Itu memang kesan pertama yang harus saya ungkapkan. Topiknya menarik sekaligus menantang. Tidak semua blogger setuju kalau apa yang mereka lakukan itu harus dikaitkan dengan jurnalisme, seperti halnya tidak semua jurnalis akan suka jika dunia blogging dikaitkan dengan mereka. Coba saja ketik “blog and journalism” di Google dan akan nampak keberagaman pendapat itu. Sepengetahuan saya topik yang dipilih panitia terbilang cukup baru dan rasanya belum pernah dilakukan dalam seminar, diskusi atau workshop blogging lainnya yang pernah diadakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kesan yang saya tangkap, panitia nampak ingin mencari jawaban atas bagaimana unsur jurnalisme itu bisa diterapkan dalam blogging dan bukan sebaliknya. Ini kesan saya lho.. Para pembicara yang diundang juga mewakili kesan itu. Ada Ingki Rinaldy dari Kompas dengan topik Jurnalisme nya, Benny ‘Bapak Blog Surabaya‘<span>  </span>Chandra yang bertugas mengulas soal seluk beluk blog, Rane Hafied (siapa ya?<span>  </span>) yang diminta bicara soal blog dan jurnalisme, Dianika yang bicara soal citizen journalism dan Raditya ‘Kambing Jantan‘ Dika yang menceritakan pengalamannya ngeblog dengan cara yang menggegerkan gedung Pasca Sarjana ITS dengan gayanya yang nyeleneh habis (untuk tidak mengatakan gendeng hehe) tapi sangat dekat dengan bahasa dan gaya mahasiswa dan pelajar SMA yang kebanyakan jadi peserta. Bisa dikatakan, para pembicarak saling melengkapi (kompak ni yeee<span>  </span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://anotherfool.wordpress.com/2006/12/27/speak-up-with-blog-keren-banget/">http://anotherfool.wordpress.com/2006/12/27/speak-up-with-blog-keren-banget/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:54:17</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;width:428.4pt;margin-left:32.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="571">
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:234.2pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="312">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Ani Idrus</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ani Idrus adalah seorang wartawati senior yang lahir di Sawahlunto,   Sumatera Barat pada 25 November 1918, ia mendirikan Harian Waspada bersama   suaminya H. Mohamad Said pada tahun 1947.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ani Idrus wafat di Medan pada tanggal 9 Januari 1999 dan dimakamkan di   Pemakaman Umum Jalan Thamrin &#8211; Medan. Terakhir ia menjabat Pemimpin   Umum/Pemimpin Redaksi Harian Waspada dan Majalah Dunia Wanita di Medan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Selain berkecimpung dalam dunia jurnalistik, ia juga mendirikan dan   memimpin lembaga pendidikan yang bernaung dalam Yayasan Pendidikan Ani Idrus.   Pada akhir hayatnya, ia juga menjabat Ketua Umum Sekolah Sepak Bola WASPADA,   Medan, Direktur PT. Prakarsa Abadi Press, Medan, dan Ketua Yayasan Asma   Cabang Sumatera Utara</span><span style="font-family:'Arial Narrow';">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ani_Idrus">http://id.wikipedia.org/wiki/Ani_Idrus</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:52:12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Journalist’s Adventure</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Banyak pertanyaan seputar bagaimana memasuki dunia jurnalistik ketika   sebuah lowongan dipasang. Bagaimana caranya ? Mengapa saya gagal ? Saya baru   lulus bisakah masuk ke dunia jurnalistik. Lalu mau melamar bagaimana caranya   ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pertanyaan serupa pernah muncul dalam benak saya sebelum memasuki dunia   jurnalistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Salah satu tip untuk memasuki dunia jurnalistik adalah kesiapan dari   dalam diri kita ? Apakah kita benar senang melihat bagaimana kesibukan para   wartawan, presenter televisi atau radio dan berbagai tokoh jurnalistik   berbicara soal media ? Jika ya, maka teruskan pada tahap berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Mengapa minat menggebu ini penting ? Karena dengan modal inilah semua   kesulitan bisa diselesaikan. Minat yang tinggi dinggal digabung dengan   skills, misalnya membuat cv dan wawancara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Jika minat sudah ada, maka mulailah bertindak menuju dunia jurnalistik   dengan banyak menulis, banyak membuat analisa dan membuat opini di media   massa di kota Anda. Identifikasi minat Anda. Bila bermimat di dunia sastra,   mulailah dengan menulis puisi, prosa atau cerpen. Mulailah sekarang juga   apalagi bagi yang akan lulus. Tulisan Anda di sebuah media daerah atau bahkan   media nasional akan memperkuat bobot Anda dibandingkan dengan rekan lainnya   ketika sama-sama mengajukan lamaran ke sebuah perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://freejournalist.wordpress.com/2006/07/23/tips-masuk-dunia-jurnalistik-1/">http://freejournalist.wordpress.com/2006/07/23/tips-masuk-dunia-jurnalistik-1/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/0710:51:23</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Jurnalistik Berkelanjutan:   Sebuah Jalan Tengah?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Firdaus Cahyadi Jurnalistik Berkelanjutan: Sebuah Jalan Tengah? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Media massa sangat berperan dalam mengangkat persoalan lingkungan hidup   menjadi sebuah perdebatan publik. Bahkan, media massa dapat menguak sisi   gelap dari permasalahan lingkungan hidup yang sebelumnya tidak terlihat oleh   publik dan para pengambil kebijakaan. Kehadiran buku ini sangat tepat di saat   negeri ini dilanda berbagai bencana lingkungan hidup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Buku ini dibuka oleh sebuah kekhawatiran penulis terhadap pemberitaan   masalah lingkungan hidup yang mengesampingkan objektivitas karena terlalu   bersemangatnya seorang jurnalis untuk melakukan pembelaan terhadap lingkungan   (hlm. 4). Dikesampingkannya objektivitas dalam peliputan lingkungan hidup   ini, selain tidak memberi keuntungan apa-apa terhadap upaya pembelaan   permasalahan lingkungan, juga dapat merugikan pihak lain yang belum tentu   bersalah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dalam buku ini juga menyebutkan bahwa terdapat tujuh kategori yang dapat   digunakan untuk menilai objektivitas sebuah pemberitaan (Simmon, 2004).   Pertama, memasukkan istilah dan definisi yang menyesatkan. Kedua, membuat   berita yang tidak berimbang. Ketiga, memasukkan opini sebagai berita.   Keempat, mengurangi informasi dan konteks yang ada, sehingga dapat mengubah   cerita yang sebenarnya. Kelima, selektif menghilangkan berita tertentu dengan   maksud memanipulasi sentimen publik. Keenam, menggunakan fakta yang benar   untuk menggambarkan berita yang salah. Ketujuh, melakukan distorsi fakta,   yaitu tidak memeriksa informasi dari sumber yang tepat (hlm. 16). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Berbekal ketujuh kategorisasi itulha penulis buku ini mencoba mengupas   objektivitas pemberitaan-pemberitaan yang terkait dengan lingkungan hidup di   media massa, baik lokal maupun nasional. Kliping-kliping berita dari berbagai   media massa ditampilkan dalam buku ini untuk kemudian dikupas secara lebih   mendalam terkait dengan objektivitasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://satudunia.oneworld.net/article/view/">http://satudunia.oneworld.net/article/view/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:53:02</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Speak Up With Blog… Keren   Banget!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Maaf saya lagi tidak punya ide untuk membuat judul yang catchy. Karena   itu saya meniru judul postingnya Mas Arul<span>    </span>yang juga membahas hal yang sama dengan yang akan saya tulis disini   yakni Seminar Jurnalistrik “Speak Up With Blog” nya anak-anak Himatektro ITS   Surabaya, dimana saya diajak untuk ikut menjadi pembicara. Posting kali ini   berisikan kesan-kesan saya terhadap seminar itu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Keren! Itu memang kesan pertama yang harus saya ungkapkan. Topiknya   menarik sekaligus menantang. Tidak semua blogger setuju kalau apa yang mereka   lakukan itu harus dikaitkan dengan jurnalisme, seperti halnya tidak semua   jurnalis akan suka jika dunia blogging dikaitkan dengan mereka. Coba saja   ketik “blog and journalism” di Google dan akan nampak keberagaman pendapat   itu. Sepengetahuan saya topik yang dipilih panitia terbilang cukup baru dan   rasanya belum pernah dilakukan dalam seminar, diskusi atau workshop blogging   lainnya yang pernah diadakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kesan yang saya tangkap, panitia nampak ingin mencari jawaban atas   bagaimana unsur jurnalisme itu bisa diterapkan dalam blogging dan bukan   sebaliknya. Ini kesan saya lho.. Para pembicara yang diundang juga mewakili   kesan itu. Ada Ingki Rinaldy dari Kompas dengan topik Jurnalisme nya, Benny   ‘Bapak Blog Surabaya‘<span>  </span>Chandra yang   bertugas mengulas soal seluk beluk blog, Rane Hafied (siapa ya?<span>  </span>) yang diminta bicara soal blog dan   jurnalisme, Dianika yang bicara soal citizen journalism dan Raditya ‘Kambing   Jantan‘ Dika yang menceritakan pengalamannya ngeblog dengan cara yang menggegerkan   gedung Pasca Sarjana ITS dengan gayanya yang nyeleneh habis (untuk tidak   mengatakan gendeng hehe) tapi sangat dekat dengan bahasa dan gaya mahasiswa   dan pelajar SMA yang kebanyakan jadi peserta. Bisa dikatakan, para pembicarak   saling melengkapi (kompak ni yeee<span>  </span>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://anotherfool.wordpress.com/2006/12/27/speak-up-with-blog-keren-banget/">http://anotherfool.wordpress.com/2006/12/27/speak-up-with-blog-keren-banget/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:54:17</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Andy F. Noya, Meraih Mimpi   Dunia Jurnalistik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>The Executive Corner Tue,   06 Mar 2007 14:54:00 WIB </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kegemaran menulis mengalir di nadi pria berambut kribo ini. Di tangannya,   pena seakan menari, menjadi tulisan indah dan berisi. Menjadi seorang   wartawan sudah menjadi mimpi pria bernama lengkap Andy Flores Noya ini. Dia   memang bukan berasal dari kalangan keluarga berkecukupan. Sang ibu adalah ibu   rumah tangga yang penuh kasih sayang. Sedangkan sang ayah hanya seorang   teknisi reparasi mesin ketik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Semangat juangnya menjalani hidup tak pernah meredup. Andy pun   menjejakkan kakinya di bangku kuliah Sekolah Tinggi Publisistik (STP) yang   sekarang bernama Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. IISIP   Jakarta adalah pilihannya dalam mendulang ilmu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Semasa kuliah, pria berkacamata itu mencoba menarik keberuntungan menjadi   wartawan. Berawal dari ketertarikannya mengikuti tes di Majalah Tempo. Andy   akhirnya bergabung dan ditempatkan sebagai reporter buku Apa &amp; Siapa.   Sejak saat itulah dia mengenal banyak orang, yang membuatnya mampu melangkah   lebih jauh di dunia jurnalistik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://portal.cbn.net.id/">http://portal.cbn.net.id/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:55:12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"> </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>TRANS TV &amp; TV 7: Broadcast Seminar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sebuah seminar dari kampus ke kampus akan digelar oleh TRANS TV dan TV 7. Selain Jakarta, kota-kota besar di Indonesia pun akan turut dikunjungi, seperti sebut saja kota kembang Bandung, Yogyakarta, Solo, serta tak ketinggalan Surabaya. Seminar ini mengedepankan tema “The Challenge of National TV Industries in Facing The Age of Globalization”. Board of Management TRANS TV dan TV 7 akan terjun langsung menjadi pembicara memberikan materi-materi tentang dunia broadcast. Segala hal mengenai pertelevisian akan didapatkan secara rinci dalam seminar ini. Mulai dari sistem kerja sebuah stasiun TV, kompetisi persaingan dalam dunia broadcast, segala hal tentang programming, rating, termasuk profesionalisme dalam bisnis pertelevisian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Di Bandung, seminar sehari ini diadakan di tiga perguruan tinggi ternama, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># STT Telkom Bandung, Jl. Dayeuh Kolot – Bandung, pada hari Sabtu, 18 November 2006 pukul 08.00 &#8211; 11.00 WIB </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># STBA Yapari Bandung, Jl. Cihampelas – Bandung, pada hari Rabu, 22 November 2006 pukul 09.00-12.00 WIB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jl. Prof. Drg. Suryasumantri No. 65 – Bandung, pada Jumat 8 Desember 2006 pukul 13.00-16.00 WIB. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Jatinangor &#8211; Sumedang pada hari Senin, 11 Desember 2006 pukul 09.00 WIB- 12.00 WIB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://web.transtv.co.id/tendean/default/hotbox.asp?id=58">http://web.transtv.co.id/tendean/default/hotbox.asp?id=58</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:56:20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Edannya dunia broadcasting!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pertama sih karena Na ngerasa jetlag sama ritme kerjanya yg boleh dibilang ngga kenal waktu. Terutama di company tempat Na kerja. Yang selalu didengungkan adalah dedikasi &amp; loyalitas. Boleh dibilang Na lumayan kaget sih waktu mulai kerja. Yah, dari kecil sampe jamannya kuliah, Na ngga pernah pulang sampai larut malam. Kecuali terpaksa ya. Itu pun pasti si Mamih udah dengan bawelnya nelponin tiada henti, pastinya menanyakan pertanyaan standar kayak &#8220;Kamu dimana?&#8221; &#8220;Ko jam segini belum pulang?&#8221; &#8220;Kamu ngga inget pulang yah?&#8221;, hihihi. Dan sekarang&#8230; Mamih harus terbiasa dengan jam pulang kerja anaknya yg ngalahin jam tugasnya mas maling atau bencong taman lawang yg kejar setoran, wakakaka. Belum lagi waktu berangkat yg kadang2 juga ngalahin waktu kelilingnya satpam komplek, hihihi. Dan yang paling harus terbiasa adalah fisik dan mental Na! Sekarang bisa tidur 4 jam sehari aja udah beruntung banget. Dalam beberapa hari ini, Na malah cuma tidur 1 jam! Fiuhhh&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://lovinacan.blogspot.com/2007_05_01_archive.html">http://lovinacan.blogspot.com/2007_05_01_archive.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:56:30</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Penyiar VS Broadcaster</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dewasa ini banyak sekali sekolah-sekolah yang mengarah pada bidang broadcasting, radio khususnya. Banyak sekali wisudawan-wisudawati yang telah lulus dari sekolah tersebut, dan banyak pula diantara mereka yang bekerja sebagai penyiar di sebuah radio siaran swasta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Apakah banyaknya penyiar sekarang ini, mencerminkan banyaknya broadcaster di Indonesia?? Jawabannya belum tentu. Seorang broadcaster bukan hanya dituntut mampu secara teknis, tapi juga bisa memahami gejala-gejala pasar yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Di Jogja misalnya, Yogyakarta adalah kota yang sangat spesifik, sehingga tidak selamanya gaya siaran serta pola acara dinamis seperti di kota-kota lain berlaku. Hal ini bisa dibuktikan dengan arus penduduk di Yogyakarta yang setiap tahun berubah (ada sarjana yang keluar dari kota Jogja dan ada pula lulusan SMP yang mencoba masuk di SMA di Jogja). Pola siaran dan program radio perlu dibuat cukup kuat dan tidak perlu berubah-ubah layaknya di kota besar lainnya. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah citra terhadap radio yang bersangkutan (pada umumnya) dan khususnya program acara tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://nordin.web.id/blog/penyiar-vs-broadcaster/">http://nordin.web.id/blog/penyiar-vs-broadcaster/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:57:02</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>TV Broadcasting</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Multimedia Broadcast berhubungan dengan media televisi yang terdiri dari perpaduan antara multimedia aplikasi komputer dengan alat-alat yang bernuansa broadcasting. Di Indonesia banyak hadir televisi swasta yang telah memunculkan program-program acara yang cukup menarik untuk dinikmati. Dari mulai acara News, Sinetron, Film laga, Komedi, Hingga berbagai macam tayangan kuis yang kesemuanya itu menggunakan alat broadcast televisi Multimedia Broadcasting memadukan antara unsur pengambilan sebuah gambar dan permainan sebuah effect kamera yang terdapat pada setting menu serta jenis kamera dan sebuah effect software komputer yang dimainkan oleh seorang animator. Dari perpaduan kedua unsur tersebut dapat menghasilkan output tampilan yang sangat mengagumkan dan mempunyai nilai jual sangat tinggi di dunia broadcasting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tidak mustahil jika semakin banyak channel televisi yang muncul di layar kaca maka semakin banyak pula Production House yang menawarkan jasa untuk memproduksi sebuah program acara yang kemudian akan di jual ke pihak televisi.yang bagus untuk standar televisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://bhanusrinugraha.wordpress.com/tv-broadcasting/">http://bhanusrinugraha.wordpress.com/tv-broadcasting/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:58:01</span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;width:428.4pt;margin-left:32.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="571">
<tr style="height:323.5pt;">
<td style="border:1pt solid windowtext;width:234.2pt;height:323.5pt;padding:0 5.4pt;" valign="top" width="312">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>TRANS TV &amp; TV 7:   Broadcast Seminar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Sebuah seminar dari kampus ke kampus akan digelar oleh TRANS TV dan TV 7.   Selain Jakarta, kota-kota besar di Indonesia pun akan turut dikunjungi,   seperti sebut saja kota kembang Bandung, Yogyakarta, Solo, serta tak   ketinggalan Surabaya. Seminar ini mengedepankan tema “The Challenge of   National TV Industries in Facing The Age of Globalization”. Board of   Management TRANS TV dan TV 7 akan terjun langsung menjadi pembicara   memberikan materi-materi tentang dunia broadcast. Segala hal mengenai   pertelevisian akan didapatkan secara rinci dalam seminar ini. Mulai dari   sistem kerja sebuah stasiun TV, kompetisi persaingan dalam dunia broadcast,   segala hal tentang programming, rating, termasuk profesionalisme dalam bisnis   pertelevisian.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Di Bandung, seminar sehari ini diadakan di tiga perguruan tinggi ternama,   yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># STT Telkom Bandung, Jl. Dayeuh Kolot – Bandung, pada hari Sabtu, 18   November 2006 pukul 08.00 &#8211; 11.00 WIB </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># STBA Yapari Bandung, Jl. Cihampelas – Bandung, pada hari Rabu, 22   November 2006 pukul 09.00-12.00 WIB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jl. Prof. Drg. Suryasumantri No.   65 – Bandung, pada Jumat 8 Desember 2006 pukul 13.00-16.00 WIB. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span># Universitas Padjadjaran, Jl. Raya Jatinangor &#8211; Sumedang pada hari   Senin, 11 Desember 2006 pukul 09.00 WIB- 12.00 WIB</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://web.transtv.co.id/tendean/default/hotbox.asp?id=58">http://web.transtv.co.id/tendean/default/hotbox.asp?id=58</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:56:20</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Edannya dunia   broadcasting!</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pertama sih karena Na ngerasa jetlag sama ritme kerjanya yg boleh   dibilang ngga kenal waktu. Terutama di company tempat Na kerja. Yang selalu   didengungkan adalah dedikasi &amp; loyalitas. Boleh dibilang Na lumayan kaget   sih waktu mulai kerja. Yah, dari kecil sampe jamannya kuliah, Na ngga pernah   pulang sampai larut malam. Kecuali terpaksa ya. Itu pun pasti si Mamih udah   dengan bawelnya nelponin tiada henti, pastinya menanyakan pertanyaan standar   kayak &#8220;Kamu dimana?&#8221; &#8220;Ko jam segini belum pulang?&#8221;   &#8220;Kamu ngga inget pulang yah?&#8221;, hihihi. Dan sekarang&#8230; Mamih harus   terbiasa dengan jam pulang kerja anaknya yg ngalahin jam tugasnya mas maling   atau bencong taman lawang yg kejar setoran, wakakaka. Belum lagi waktu berangkat   yg kadang2 juga ngalahin waktu kelilingnya satpam komplek, hihihi. Dan yang   paling harus terbiasa adalah fisik dan mental Na! Sekarang bisa tidur 4 jam   sehari aja udah beruntung banget. Dalam beberapa hari ini, Na malah cuma   tidur 1 jam! Fiuhhh&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://lovinacan.blogspot.com/2007_05_01_archive.html">http://lovinacan.blogspot.com/2007_05_01_archive.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:56:30</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Penyiar VS Broadcaster</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dewasa ini banyak sekali sekolah-sekolah yang mengarah pada bidang   broadcasting, radio khususnya. Banyak sekali wisudawan-wisudawati yang telah   lulus dari sekolah tersebut, dan banyak pula diantara mereka yang bekerja   sebagai penyiar di sebuah radio siaran swasta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Apakah banyaknya penyiar sekarang ini, mencerminkan banyaknya broadcaster   di Indonesia?? Jawabannya belum tentu. Seorang broadcaster bukan hanya   dituntut mampu secara teknis, tapi juga bisa memahami gejala-gejala pasar   yang ada.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Di Jogja misalnya, Yogyakarta adalah kota yang sangat spesifik, sehingga   tidak selamanya gaya siaran serta pola acara dinamis seperti di kota-kota   lain berlaku. Hal ini bisa dibuktikan dengan arus penduduk di Yogyakarta yang   setiap tahun berubah (ada sarjana yang keluar dari kota Jogja dan ada pula   lulusan SMP yang mencoba masuk di SMA di Jogja). Pola siaran dan program radio   perlu dibuat cukup kuat dan tidak perlu berubah-ubah layaknya di kota besar   lainnya. Hal ini bertujuan untuk membuat sebuah citra terhadap radio yang   bersangkutan (pada umumnya) dan khususnya program acara tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://nordin.web.id/blog/penyiar-vs-broadcaster/">http://nordin.web.id/blog/penyiar-vs-broadcaster/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:57:02</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>TV Broadcasting</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Multimedia Broadcast berhubungan dengan media televisi yang terdiri dari   perpaduan antara multimedia aplikasi komputer dengan alat-alat yang bernuansa   broadcasting. Di Indonesia banyak hadir televisi swasta yang telah   memunculkan program-program acara yang cukup menarik untuk dinikmati. Dari   mulai acara News, Sinetron, Film laga, Komedi, Hingga berbagai macam tayangan   kuis yang kesemuanya itu menggunakan alat broadcast televisi Multimedia   Broadcasting memadukan antara unsur pengambilan sebuah gambar dan permainan   sebuah effect kamera yang terdapat pada setting menu serta jenis kamera dan   sebuah effect software komputer yang dimainkan oleh seorang animator. Dari   perpaduan kedua unsur tersebut dapat menghasilkan output tampilan yang sangat   mengagumkan dan mempunyai nilai jual sangat tinggi di dunia broadcasting.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tidak mustahil jika semakin banyak channel televisi yang muncul di layar   kaca maka semakin banyak pula Production House yang menawarkan jasa untuk   memproduksi sebuah program acara yang kemudian akan di jual ke pihak   televisi.yang bagus untuk standar televisi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://bhanusrinugraha.wordpress.com/tv-broadcasting/">http://bhanusrinugraha.wordpress.com/tv-broadcasting/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:58:01</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Tolong dikasih tips &amp;   tricks-nya utk jadi Penyiar berita TV donk.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>[ Vina Mubtadi ]</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dokter Penyiar menyadari bahwa banyak orang yang berminat muncul di TV,   tapi hanya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>sebagian yang mau jadi Penyiar Berita di TV. Apakah kurang prestisius   dibandingkan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>misalnya pembawa acara Infotainment? Banyak sekali yang bisa ditulis ttg   profesi ini,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>tetapi Dokter Penyiar bisa menyampaikan ringkasannya buat Anda yang   berminat terjun:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Istilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ada yang menyebut profesi ini sbg “Newsreader” (1 kata) atau “News   Presenter” (2 kata).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Istilah “Newscaster” adalah sebutan untuk Broadcaster yang bergerak di   bidang News,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>tapi tidak eksklusif untuk Penyiar TV. Sedangkan “News Anchor” (atau   “Anchorwoman”/</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>“Anchorman”) merujuk pada fungsi Penyiar tsb yang menjadi kendali-acara   bagi berbagai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>reporter yang sedang meliput berita di lapangan pada saat bersamaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dokter Penyiar merasa bahwa para praktisi kurang menyukai istilah   “Newsreader”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>karena memberi kesan bahwa Penyiar tsb hanya membacakan naskah berita   saja,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>padahal seorang Penyiar berita TV profesional juga turut sibuk mencari   beritanya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>meng-edit naskahnya dan (seringkali) turut meng-edit videonya. Sedangkan   istilah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&#8220;Berita&#8221; bisa diartikan sebagai kejadian nyata yang penting   untuk diceritakan segera</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>kepada Pendengar/Pemirsa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.penyiar.com/dokter/penyiar-tv.html">http://www.penyiar.com/dokter/penyiar-tv.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google,   06/11/07 10:58:23</span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Dunia Manajemen &amp; Bisnis <span> </span><span> </span><span>           </span><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Chemophobia, Penyakit Baru Masyarakat Indonesia</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>oleh : Yeni H. Simanjuntak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pemberitaan dan isu penggunaan formalin pada berbagai produk makanan beberapa waktu lalu ternyata telah menimbulkan satu jenis penyakit baru yaitu chemophobia atau ketakutan berlebihan terhadap bahan kimia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tapi, siapa sih yang tidak khawatir bila makanan di meja makan Anda ternyata diawetkan dengan bahan pengawet mayat dan diwarnai dengan zat pewarna tekstil? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kendati tidak memberikan indikator yang jelas dan pasti, Ketua Dewan Pakar Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) F.G. Winarno yakin sebagian besar masyarakat Indonesia telah dihantui ketakutan berlebihan pada bahan kimia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ketakutan tersebut juga diperparah oleh hasil penelitian sejumlah pihak yang dirilis ke publik mengenai bahaya zat-zat pengawet pada makanan dan minuman. Penyakit-penyakit kronis seperti kanker, ginjal, dan penyakit berbahaya lainnya disebut-sebut dapat dipicu oleh penggunaan bahan-bahan kimia pada makanan. Jadi wajarlah bila sebagian masyarakat memilih untuk menjauhi makanan dan minuman berpengawet. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Meskipun chemophobia itu diperkirakan tidak akan berlangsung lama-karena &#8216;tradisi&#8217; masyarakat Indonesia yang cenderung mudah lupa-sejumlah pihak yang berkepentingan dengan industri makanan dan minuman kemasan sudah menyuarakan kekhawatirannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.erlangga.co.id/">http://www.erlangga.co.id/</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:59:12</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Il<strong>mu Manajemen Komunikasi</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Seiring dengan munculnya era reformasi ditandai dengan menjamurnya berbagai Lembaga Sosial Kemasyarakatan (LSM), organisasi<span>  </span>non pemerintah<span>   </span>(Ornop), industri<span>    </span>jasa<span>   </span>dan industri non jasa. Disamping<span>  </span>itu<span>  </span>dalam era keterbukaan saat ini menuntut setiap elemen organisasi memanage kemasan komunikasi agar masyarakat dapat memahami program yang akan dilaksanakan. Untuk itu<span>  </span>diperlukan<span>  </span>keahlian di bidang manajemen komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Program studi Ilmu Manajemen Komunikasi merupakan program studi<span>  </span>di lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi yang membentuk profesional-profesional yang mampu menyusun strategi komunikasi (merencanakan, mengorganisasikan, serta mengevaluasi) di bidang komunikasi sosial.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Untuk menjadi profesional di bidang manajemen komunikasi, maka Program studi Ilmu<span>  </span>Manajemen Komunikasi membekali mahasiswa dengan wawasan teoritis dan keterampilan praktis. Wawasan teoritis yang ditanamkan menyangkut wawasan teoritis umum dan wawasan teoritis khusus Ilmu Komunikasi. Sementara itu, pembekalan keterampilan manajemen komunikasi diberikan melalui materi kuliah Dasar-dasar Manajemen Komunikasi,<span>   </span>Social Marketing, Audit Komunikasi, Komunikasi dalam Krisis, serta Perencanaan dan Kebijakan Komunikasi.<span>  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Lulusan Program studi ini dapat bekerja sebagai manajer komunikasi pada instansi pemerintah maupun swasta, konsultan komunikasi, praktisi di bidang kampanye sosial, dan juga tidak menutup kemungkinan untuk bidang lainnya. Di IISIP Jakarta<span>  </span>mahasiswa Program studi Ilmu Manajemen Komunikasi dipersiapkan untuk<span>  </span>bekerja sesuai dengan tuntutan profesional di bidang komunikasi sosial dengan cara membiasakannya<span>  </span>selama kuliah<span>   </span>mengenali,<span>  </span>mengkaji,<span>  </span>menganalis, dan menyusun strategi komunikasi dalam menangani persoalan-persoalan sosial secara langsung maupun dengan menggunakan media cetak, audio, dan audio visual.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.iisip.ac.id/program.asp">http://www.iisip.ac.id/program.asp</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:58:29</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Manajemen media massa perlu ditingkatkan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Samarinda, Kompas &#8211; Belanja masyarakat Indonesia untuk media cetak saat ini masih sangat rendah. Data yang dimiliki Serikat Penerbit Surat Kabar menunjukkan, masyarakat Indonesia lebih banyak membelanjakan uang untuk membeli rokok dibandingkan membeli media cetak. Hal itu juga menunjukkan, pemasaran yang dilakukan perusahaan rokok jauh lebih berhasil dibandingkan dengan perusahaan media massa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&#8220;Empat tahun lalu kami menemukan fakta, spending untuk surat kabar Rp 4,9 triliun per tahun. Spending untuk rokok Rp 150 triliun per tahun,&#8221; kata anggota Serikat Penerbit Surat Kabar Leo Batubara dalam Konvensi Nasional Media</span><span style="font-family:'Arial Narrow';"> </span><span>Massa di Samarinda, Kamis (8/2).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://mediacare.blogspot.com/2007/02/manajemen-media-massa-perlu.html">http://mediacare.blogspot.com/2007/02/manajemen-media-massa-perlu.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 11:01:10</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Media Cetak Terancam &#8220;Cyber&#8221; Media</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Jakarta, Kompas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Media cetak yang dianggap media tradisional dalam sepuluh tahun mendatang terancam dengan perkembangan cyber media. Paling tidak itulah yang saat ini terjadi pada media di Amerika. Meski kebutuhan akan informasi terus meningkat, namun keinginan untuk membaca media tradisional cenderung menurun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Hal ini dikemukakan Prof Brian Brooks, Editorial Department Missouri School of Journalism dari University Missouri, dalam Workshop Media Management and Media Technology yang diselenggarakan Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI), Serikat Penerbit Suratkabar (SPS), Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS), bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika dan Kelompok Kompas Gramedia (KKG) di Jakarta, Selasa (21/3). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Workshop yang dibuka ketua umum SPS Jakob Oetama itu juga menampilkan pembicara Pacific Editor Stars &amp; Stripes, Lee Ewing, yang membawakan topik Managing to Survive and Strategic Planning dan panelis Makfuddin Wiraatmadja dari MPPI, Kemala Atmojo dari Majalah GAMMA, Arnold Seitlin dari Freedom Forum dan Lin Neumann dari Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) dengan topik Management Issues.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/22/dikbud/medi09.htm">http://www.kompas.com/kompas-cetak/0003/22/dikbud/medi09.htm</a></span></p>
<p>  <span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow';">Google. 06/11/07 11:12:02</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Menyoal Media Plat Merah, “Media” Milik Pemerintah</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Reformasi telah mengubah peta kompetisi dan kepemilikan media massa di Indonesia. Sejak keran kebebasan pers dibuka yang diiringi deregulasi di bidang pers dan penyiaran, dunia informasi dan komunikasi serta media massa boleh dikatakan mengalami booming.<span>  </span>Di Indonesia masa lalu hidup dan perkembangan media cetak sulit bisa dibayangkan karena adanya peraturan tentang SIUPP. Izin untuk menerbitkan koran, misalnya, bisa mencapai ratusan juta rupiah, sehingga tak semua pihak memiliki kesempatan untuk menerbikan media cetak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Di masa ini pula banyak beredar media alternatif yang dikelola masyarakat secara otonom. Di tengah banyak pilihan ragam dan jenis media yang dapat dipergunakan oleh masyarakat, maka informasi pemerintah pun secara logis harus berusaha lebih keras bertarung dalam lalu lintas informasi yang ada, alih-alih harus mampu bersaing dengan media lainnya, agar mendapatkan perhatian masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://myhafaz.wordpress.com/">http://myhafaz.wordpress.com/</a></span></p>
<p>  <span style="font-size:12pt;font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 11:20:05</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/galihdangerous.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/galihdangerous.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galihdangerous.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galihdangerous.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galihdangerous.wordpress.com&amp;blog=2064132&amp;post=8&amp;subd=galihdangerous&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/binformasi-1-dunia-jurnalistik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/438d66f103cd2da607a194952f8ca8ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">galihdangerous</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A.	Informasi 1 : Dunia Public Relations</title>
		<link>http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/ainformasi-1-dunia-public-relations/</link>
		<comments>http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/ainformasi-1-dunia-public-relations/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 04:14:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>galihdangerous</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/ainformasi-1-dunia-public-relations/</guid>
		<description><![CDATA[Dunia PR dalam Tantangan Globalisasi A.B. Susanto* Banyak sekali informasi yang negatif yang berkeliaran di samudra global tentang Indonesia dan termasuk diantaranya berkaitan erat dengan dunia bisnis Indonesia. Sementara dunia bisnis seolah tak berdaya menghadapinya. Sehingga bukan hanya rupiah saja yang menjadi bulan-bulanan inforamsi global, tetapi juga aspek bisnis lain, seperti investasi, hutang bahkan produk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galihdangerous.wordpress.com&amp;blog=2064132&amp;post=7&amp;subd=galihdangerous&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Dunia PR dalam Tantangan Globalisasi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>A.B. Susanto* </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Banyak sekali informasi yang negatif yang berkeliaran di samudra global tentang Indonesia dan termasuk diantaranya berkaitan erat dengan dunia bisnis Indonesia. Sementara dunia bisnis seolah tak berdaya menghadapinya. Sehingga bukan hanya rupiah saja yang menjadi bulan-bulanan inforamsi global, tetapi juga aspek bisnis lain, seperti investasi, hutang bahkan produk ekspor kita. Isu-isu seperti lingkungan hidup untuk produk-produk hasil hutan, dan isu-isu lain seperti dumping, sangat<span>  </span>mempersulit ekspor kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ini jelas mencerminkan betapa lemahnya kemampuan PR kita. Termasuk kurang handalnya pemanfaatan teknologi. Teknologi dalam era globalisasi sekarang ini tidak hanya sekedar suatu alat. Teknologi menawarkan kebebasan untuk mempraktekkan kemampuan pemasar melalui cara-cara baru, diantaranya<span>  </span>dalam<span>  </span>bidang komunikasi pemasaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Public relations (PR) sebagai salah satu pilar terpenting dalam komunikasi pemasaran untuk menciptakan reputasi perusahaan, juga mengalami dampaknya. Dalam strategi komunikasi global para praktisi PR memposisikan diri di front line yang mengkomunikasikan sasaran, pesan-pesan utama, target publics, dan rencana-rencana perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>PR bukanlah<span>  </span>fungsi manajemen yang dapat berdiri sendiri. Bersama sarana komunikasi pemasaran lainnya akan membentuk integrated marketing communications,<span>  </span>merupakan cara yang paling efektif dalam mengkomunikasikan pesan-pesan utama kepada pelanggan, shareholders, karyawan dan staf perusahaan, serta target publics yang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Integrated marketing communications, yang didukung oleh Internet, memperkecil error dan miscommunications yang dapat menimbulkan kebingungan<span>  </span>pelanggan. Gabungan upaya-upaya pemasaran ini membantu untuk meyakinkan target publics untuk membeli produk, menggunakan layanan atau berinvestasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><a href="http://jakartaconsulting.com/art-99-03.htm">http://jakartaconsulting.com/art-99-03.htm</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Google,</span><span style="font-family:'Arial Narrow';"> 06/11/0710:47:10</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Bagaimana Menghadapi Wartawan “Bodrex” ? </span></strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Banyak para Corporate Secretary atau pun para Public Relations Officer (PRO)kebingungan menghadapi wartawan “bodrex”. Penyebabnya, apalagi kalau bukan soal uang. Wartawan “bodrex” biasanya terang-terangan meminta “amplop” kepada manajemen dengan dalih sebagai biaya transport atau biaya peliputan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Wajarkah ? Tentu saja tidak. Masalahnya, bagi para pejabat Corporate Secretary maupun PRO ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, terkadang dicap salah oleh manajemen kalau tidak bisa mengendalikan wartawan “bodrex”. Memang wartawan “bodrex” ini memiliki strategi untuk mengganggu manajemen agar mereka mengeluarkan dana untuk mereka. Namun disisi lain, Corporate Secretary atau PRO yang terkadang sudah tahu kelakuan “bodrex” tidak berdaya dan apa boleh buat mereka pun terpaksa mengeluarkan dana diluar budget ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Wartawan “bodrex” biasanya berkeliaran di acara-acara yang diselenggarakan di hotel-hotel. Namun ranking tertinggi yang biasanya menjadi sasaran mereka adalah acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atau RUPSLB (Luar Biasa) yang dilakukan oleh perusahaan publik – perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di bursa efek. Mereka mengetahui informasi waktu dan tempat penyelenggaraan rapat umum tersebut dari membaca di media bisnis – yang memang</span><span style="font-family:'Arial Narrow';"> merupakan kewajiban bagi perusahaan publik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://suksespr.blogspot.com/2006/05/bagaimana-menghadapi-wartawan-bodrex.html">http://suksespr.blogspot.com/2006/05/bagaimana-menghadapi-wartawan-bodrex.html</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:48:05</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Kunci Public Relations masa depan adalah Partisipasi, bukan Pitching</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Setelah lama tidak terjun dalam kapasitas sebagai Professor PR and Journalism, WW menerima undangan Lembaga Manajemen PPM untuk mengisi sesi kursus &#8220;Menjadi PR andal dengan mempertajam kompetensi&#8221;. Lima puluh orang praktisi PR dari BTN, Astra Mitra Ventura, Indosat, Suara Merdeka, Aneka Tambang dan lainnya mengikuti presentasi Indira Abidin, Sutji Lantyka, Farhan dan Wimar Witoelar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dengan meninggalkan kostum dan lawakan yang biasa menjadi cirinya WW tampil serius dengan materi &#8216;Leveraging PR Competence&#8217;. Tapi sesekali terdengar juga tawa dari deretan peserta menanggapi humor yang tetap masuk dalam contoh-contoh kasus PR yang memang lucu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Secara garis besar, dalam materinya WW menggambarkan area kompetensi PR yaitu &#8216;positioning, personality, proposition&#8217; sesuai buku Tom Brannan &#8216;Integrated Marketing Communication&#8217;. Dalam hal &#8216;positioning&#8217;, PR dituntut untuk menetapkan posisi klien. Hal ini membutuhkan kemampuan strategic analysis yang baik. Sementara itu, kompetensi di bidang personality diperlukan untuk mendefinisikan image dari klien yang akan dibawakan kepada publik. Terakhir adalah proposition dalam bentuk langkah konkrit Integrated Communication membangun image di tengah masyarakat. Tiga hal dasar yang harus dipikirkan adalah penetapan &#8216;key messages&#8217; yang mudah diingat oleh masyarakat, penetapan &#8216;target market&#8217; dan yang terakhir adalah menentukan media yang akan digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=695">http://www.perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=695</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google. 06/11/07 10:49:09</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Miskin Tempat Wisata Anak</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>HINGGA kini, Kota Bandung belum mempunyai satu pun tempat wisata yang representatif untuk anak-anak. Padahal, usia Kota Bandung semakin hari semakin tua. &#8220;Jangankan tempat wisata untuk anak-anak, untuk orang-orang dewasa pun kita tidak punya. Jika di Kota Bandung saat ini banyak mal, itu bukan tempat wisata. Itu tempat belanja,&#8221; ujar pelukis Umar Sumarta, dalam percakapan dengan &#8220;PR&#8221;, baru-baru ini, di sebuah galeri seni rupa di Bandung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tidak adanya tempat wisata yang representatif bagi anak-anak di Kota Bandung, menyebabkan orang tua sering membawa anak-anaknya ke mal. Ini terjadi karena beberapa mal di Kota Bandung menyediakan tempat bermain untuk anak-anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Nah, adanya tempat-tempat bermain untuk anak-anak di mal itu, menurut penilaian Umar, tidak menyehatkan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak secara psikologis. Karena anak tidak bersentuhan dengan alam. Anak-anak melulu dihadapkan pada sejumlah mesin permainan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/072006/14/99apasiapa.htm">http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/072006/14/99apasiapa.htm</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:49:40</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Yuanita, Gabungkan Teori &amp; Praktik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>TAMPIL cantik di antara peserta audisi &#8220;Seleb Dance&#8221; yang digelar di sebuah hotel berbintang di kawasan Pasteur, Sabtu pekan lalu. Sesekali sibuk mewawancarai para peserta yang dinilainya memiliki keunikan saat tampil di hadapan dewan juri yang di antaranya artis Mario Lawalata. Yuanita Chrishani memang sudah tidak asing lagi bagi pemirsa yang kerap menonton televisi. Wajahnya kerap muncul membawakan berbagai acara unggulan televisi swasta. Misalnya saja ia kerap membawakan acara &#8220;Piala Asia&#8221; di Global dan RCTI. &#8220;Moto GP&#8221; dan &#8220;From Zero to Hero&#8221; di Trans7, dan untuk dunia entertainment, perhatikan wajahnya yang kerap menggoda di acara &#8220;Espresso&#8221;, antv. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>&#8220;Ini pekerjaan yang ternyata membuat saya betah menekuninya, bukan karena honor yang menjanjikan, sebab uang kan sudah diatur dari Tuhan. Akan tetapi, pekerjaan menjadi presenter itu penuh tantangan, dan banyak melibatkan orang-orang baru,&#8221; ujar Yuanita di sela-sela kesibukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Menjadi presenter memang bukan angan-angannya. Ia justru menggantungkan impian menjadi seorang public relations (PR) andal di kemudian hari. Oleh karena itu begitu lulus SMA, ia langsung mencatatkan diri di London School Jakarta jurusan public relation.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><a href="http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/29/10-hiburan03.htm">http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/082007/29/10-hiburan03.htm</a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:'Arial Narrow';">Google, 06/11/07 10:50:25</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/galihdangerous.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/galihdangerous.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/galihdangerous.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/galihdangerous.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=galihdangerous.wordpress.com&amp;blog=2064132&amp;post=7&amp;subd=galihdangerous&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://galihdangerous.wordpress.com/2007/11/06/ainformasi-1-dunia-public-relations/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/438d66f103cd2da607a194952f8ca8ca?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">galihdangerous</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
